Tren Korean skincare terus berkembang dan semakin kuat di Indonesia. Apa yang dulunya identik dengan rutinitas kecantikan di Korea, kini mulai menjadi kebiasaan baru bagi konsumen lokal, salah satunya penggunaan sheet mask sebagai daily skincare staple.
Seiring dengan meningkatnya adopsi tren ini, performa kategori sheet mask di marketplace juga ikut terdorong.
Market Sheet Mask Tumbuh Pesat di Q1 2026
Pada Q1 2026 saja, total penjualan sheet mask mencapai Rp123,4 miliar, dengan pertumbuhan yang konsisten dari Januari hingga Maret sebesar +27,53%. Angka ini menunjukkan bahwa demand tidak hanya tinggi, tetapi juga terus meningkat dalam waktu yang relatif singkat.
Dominasi Skintific di Tengah Persaingan
Di tengah pertumbuhan pasar yang pesat, muncul satu nama yang cukup dominan, yaitu Skintific. Brand ini bahkan mengklaim sebagai No.1 sheet mask di Shopee. Jika melihat distribusi market share, klaim tersebut bukan tanpa dasar. Skintific berhasil menguasai lebih dari sepertiga total market, dengan selisih yang cukup signifikan dibandingkan kompetitor di posisi kedua.
Dominasi ini tidak hanya mencerminkan kekuatan brand awareness, tetapi juga menunjukkan adanya eksekusi yang konsisten di marketplace. Dalam kategori yang kompetitif, keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh visibilitas, tetapi juga oleh bagaimana produk ditawarkan dan dikemas kepada konsumen.
Meski Skintific mendominasi, brand lain tetap menunjukkan kontribusi yang signifikan di market.
Beberapa pemain utama seperti Some By Mi (10,59%), Sadoer (10,28%), dan Madame Gie (9,25%) berada di posisi berikutnya dengan selisih yang relatif berdekatan satu sama lain.
Strategi Bundling Jadi Kunci Penjualan
Salah satu faktor kunci yang mendorong performa kategori ini adalah strategi bundling. Mayoritas penjualan sheet mask berasal dari produk bundling, dengan kontribusi sebesar 68,15% dari total GMV. Jauh lebih tinggi dibandingkan non-bundling yang hanya 31,85%.
Hal ini sangat relevan dengan karakteristik produk yang bersifat sekali pakai. Konsumen cenderung membeli dalam jumlah banyak sekaligus untuk kebutuhan rutin, sehingga bundling menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
Pada akhirnya, klaim No.1 bukan sekadar angka, tetapi juga cara sebuah brand memahami market, membentuk strategi, dan mengeksekusinya secara konsisten.
Butuh data realtime untuk perkuat strategi brand kamu? Klik di sini dan terhubung dengan tim Markethac!




