Skintific vs Hanasui: Cek Data Perebutan Tahta Pasar Serum 2025

Beauty
•
•
Monday, Jan 19, 2026
Skintific vs Hanasui: 
Cek Data Perebutan Tahta Pasar Serum 2025
Source: https://markethac.id

Tren serum & essence di Indonesia menunjukkan laju pertumbuhan yang semakin agresif sepanjang 2024–2025. Data Magpie E-commerce Intelligence mencatat lonjakan GMV kategori serum & essence sebesar 38,97% pada Q3 2024, dengan total nilai pasar menembus Rp813 miliar. Angka ini menempatkan kategori tersebut sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di ranah skincare nasional. Lebih dari sekadar pertumbuhan nominal, perkembangan ini mengubah peta kompetisi pasar serum, terutama dengan menguatnya dua nama yang kini menjadi sorotan utama: Skintific dan Hanasui.

Skintific Masih Teratas, Tapi Struktur Pasarnya Masih Rawan

Dari sisi nilai transaksi, Skintific masih berdiri di posisi teratas. Brand ini mencatat GMV Rp154,1 miliar dengan pangsa 5,4%, menjadikannya pemimpin di tengah lanskap yang semakin padat. Namun jarak tersebut tidak sepenuhnya aman. Hanasui menyusul dengan GMV Rp92,0 miliar dan market share 3,22%, memperlihatkan tekanan yang konsisten dari brand dengan penetrasi pasar luas. Di lapisan berikutnya, sejumlah pemain lain berada pada kisaran yang sangat berdekatan, La Roche-Posay (3%), D’alba (2,99%), Wardah (2,92%), hingga Glad2Glow (2,87%). Pola ini menegaskan bahwa market share serum tidak terkonsentrasi pada satu pemain, melainkan tersebar rapat di papan atas pasar serum.

Brand Lokal Menekan dari Lapisan Menengah

Di luar posisi puncak, dinamika paling intens justru terjadi di lapisan menengah. Hanasui, Wardah, Avoskin, Somethinc, hingga MS Glow membentuk klaster kompetitif dengan jarak pangsa yang tipis dan saling menekan. Kondisi ini menciptakan tekanan struktural bagi pemimpin pasar, karena pertumbuhan tidak lagi datang dari satu penantang tunggal. Dalam konteks ini, duel Skintific dan Hanasui hanyalah representasi permukaan; persaingan brand serum sesungguhnya berlangsung di segmen menengah, tempat perpindahan konsumen terjadi paling cepat dan loyalitas cenderung rendah.

Konsistensi Jadi Faktor Penentu di 2025

Sebaran pangsa yang relatif merata menunjukkan bahwa pasar serum belum menghasilkan satu dominator absolut. Bahkan brand global harus berbagi ruang dengan pemain lokal yang terus memperkuat posisinya. Keunggulan Skintific sebagai pemimpin GMV bersifat dinamis dan sangat bergantung pada konsistensi strategi. Perubahan kecil pada distribusi, promosi, atau positioning dapat dengan cepat menggeser peringkat. Oleh karena itu, performa penjualan serum 2025 lebih tepat dibaca sebagai maraton konsistensi, bukan adu skala sesaat.

Dalam struktur pasar yang terfragmentasi seperti ini, keputusan berbasis data menjadi pembeda utama, mulai dari pemilihan channel, waktu kampanye, hingga penguatan positioning produk. Tanpa pembacaan yang presisi, brand berisiko kehilangan momentum hanya dalam satu siklus. 

Jika kamu ingin memahami lebih dalam bagaimana data pasar serum 2025 dapat diterjemahkan menjadi strategi pertumbuhan yang konkret, klik di sini untuk terhubung langsung dengan tim Markethac dan akses insight lengkapnya.