Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Tools Analitik E-Commerce: 5 Fitur Penting untuk Brand

Tools Analitik E-Commerce

Brand yang berjualan di e-commerce mempunyai tantangan masing-masing. Mereka umumnya harus berhadapan dengan kompetitor yang meluncurkan produk baru, mengubah harga, hingga menjalankan berbagai promosi untuk menarik pembeli.

Sayangnya, banyak brand masih mengandalkan data penjualan dari toko sendiri untuk menentukan strategi bisnis. Padahal, performa internal saja belum cukup untuk mengetahui apakah sebuah brand benar-benar berkembang atau tertinggal dari kompetitor.

Di sinilah tools analitik e-commerce berperan penting. Dengan tools yang tepat, brand bisa memahami kondisi pasar, memantau pergerakan kompetitor, dan menemukan peluang pertumbuhan berdasarkan data.

Lantas, apa saja fitur yang perlu diperhatikan sebelum memilih tools analitik e-commerce?

Apa Itu Tools Analitik E-Commerce?

Tools analitik e-commerce adalah platform yang membantu bisnis mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data perdagangan online untuk memahami performa penjualan, perilaku konsumen, serta kondisi pasar.

Secara umum, tools analitik e-commerce terbagi menjadi dua jenis.

1. Analitik Internal
Digunakan untuk memantau performa bisnis sendiri, seperti jumlah pengunjung, conversion rate, nilai transaksi, hingga efektivitas campaign. Contohnya adalah Google Analytics 4 dan dashboard Seller Centre marketplace.

2. Analitik Pasar dan Kompetitor
Digunakan untuk memahami kondisi pasar secara lebih luas, termasuk estimasi penjualan kompetitor, market share, produk terlaris, distribusi harga, dan tren pertumbuhan kategori.

Salah satu contohnya adalah Markethac, platform market intelligence yang membantu brand menganalisis performa pasar e-commerce dan kompetitor.

Kedua jenis analitik ini saling melengkapi. Analitik internal membantu brand memahami performa bisnisnya, sementara analitik pasar memberikan gambaran mengenai posisi brand di tengah persaingan.

Mengapa Brand Membutuhkan Tools Analitik E-Commerce?

Bayangkan penjualan brand Anda meningkat 10% dalam satu bulan. Sekilas, hasil tersebut terlihat positif.

Namun, bagaimana jika pasar secara keseluruhan ternyata tumbuh 30% pada periode yang sama?

Artinya, meskipun penjualan brand meningkat, pertumbuhannya masih tertinggal dari pasar. Tanpa data pembanding, kondisi ini bisa luput dari perhatian.

Itulah mengapa brand membutuhkan tools analitik e-commerce yang mampu memberikan gambaran lebih luas.

Dengan analisis yang tepat, brand dapat mengevaluasi posisi kompetitifnya, mengidentifikasi kategori produk potensial, menentukan strategi harga, serta memilih marketplace yang paling relevan untuk pengembangan bisnis.

Baca juga: Markethac: Tools ECommerce Insights Lengkap untuk Optimalkan Strategi Penjualan

5 Fitur Penting Tools Analitik E-Commerce untuk Brand

Tidak semua tools analitik e-commerce menawarkan kemampuan yang sama. Jika tujuan brand adalah memahami pasar dan kompetitor, berikut lima fitur yang sebaiknya diprioritaskan.

1. Market Size & Market Share: Ketahui Seberapa Besar Pasar Anda

Sebelum meluncurkan produk atau memasuki kategori baru, brand perlu memahami seberapa besar peluang pasar yang tersedia.

Fitur market size membantu memperkirakan nilai penjualan suatu pasar atau kategori produk dalam periode tertentu. Sementara itu, market share menunjukkan kontribusi penjualan suatu brand dibandingkan total pasar yang dianalisis.

Misalnya, sebuah brand mencatat penjualan Rp5 miliar dalam kategori dengan total nilai pasar Rp100 miliar. Artinya, brand tersebut memiliki market share sebesar 5% dalam cakupan analisis tersebut.

Dari sini, brand bisa menjawab beberapa pertanyaan penting: Seberapa besar pasar yang bisa digarap? Siapa pemain utamanya? Apakah posisi brand semakin kuat atau justru melemah?

Manfaat untuk Brand: Gunakan market size untuk mengevaluasi potensi ekspansi, lalu pantau market share secara berkala untuk mengetahui posisi brand terhadap kompetitor.

2. Competitor Analysis: Pantau Performa Brand Pesaing

Kompetitor mungkin sedang mengalami pertumbuhan pesat tanpa Anda sadari. Bisa jadi mereka berhasil lewat peluncuran produk baru, pengembangan kategori, atau strategi harga yang berbeda.

Dengan fitur competitor analysis, brand dapat memantau estimasi nilai penjualan kompetitor, produk unggulan, kontribusi marketplace, hingga perubahan posisi mereka di pasar.

Sebagai contoh, jika kompetitor mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan, brand dapat menelusuri kategori dan produk mana yang paling banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.

Informasi ini membantu brand memahami perubahan persaingan tanpa harus menebak-nebak strategi kompetitor.

Manfaat untuk Brand: Bandingkan performa brand dengan kompetitor utama secara rutin. Cari tahu produk, kategori, atau channel yang menjadi kekuatan mereka untuk menemukan peluang yang belum dimaksimalkan bisnis Anda.

3. Product Performance: Temukan Produk yang Paling Laris

Produk dengan penjualan tertinggi bisa memberikan gambaran mengenai permintaan pasar. Namun, jumlah produk yang banyak belum tentu menjamin performa penjualan yang lebih baik.

Oleh karena itu, tools analitik e-commerce sebaiknya mampu menunjukkan produk terlaris, kontribusi penjualan per produk, dan perubahan performanya dari waktu ke waktu.

Misalnya, sebuah kategori memiliki ratusan produk, tetapi sebagian besar penjualannya hanya berasal dari beberapa produk unggulan.

Temuan ini bisa membantu brand menentukan apakah lebih baik memperluas variasi produk atau justru mengoptimalkan produk yang sudah terbukti memiliki permintaan kuat.

Selain melihat produk terlaris, brand juga perlu membandingkan produktivitas produk agar tidak hanya terpaku pada total omzet.

Manfaat untuk Brand: Gunakan data produk terlaris untuk mengevaluasi portofolio, mengembangkan variasi produk potensial, dan mengurangi risiko meluncurkan produk tanpa memahami kondisi pasar.

4. Price Analysis: Temukan Rentang Harga yang Potensial

Brand perlu memahami rentang harga yang ramai ditawarkan, rentang harga yang menghasilkan penjualan besar, serta bagaimana performa produk pada setiap kelompok harga.

Fitur price analysis membantu brand membandingkan distribusi produk dan nilai penjualan berdasarkan rentang harga tertentu.

Sebagai contoh, rentang Rp100–200 ribu mungkin memiliki jumlah produk terbanyak. Namun, rentang Rp300–500 ribu bisa saja menghasilkan penjualan per produk yang lebih tinggi.

Artinya, rentang harga dengan persaingan paling ramai belum tentu menjadi pilihan paling produktif.

Manfaat untuk Brand: Evaluasi harga berdasarkan nilai penjualan, jumlah produk pesaing, dan produktivitas per produk. Gunakan temuan tersebut untuk menguji positioning harga yang sesuai dengan target pasar.

5. Market Trend Analysis: Pantau Pertumbuhan Pasar dan Marketplace

Tren penjualan e-commerce dapat berubah karena musim belanja, kampanye promosi, peluncuran produk, hingga perubahan preferensi konsumen. Itulah mengapa brand membutuhkan fitur market trend analysis untuk memantau pertumbuhan pasar dari waktu ke waktu.

Melalui fitur ini, brand dapat melihat perubahan nilai penjualan berdasarkan kategori produk, marketplace, atau periode tertentu. 

Misalnya, penjualan suatu kategori meningkat menjelang Ramadan atau akhir tahun. Brand bisa menggunakan pola historis tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk merencanakan stok, waktu peluncuran produk, dan aktivitas pemasaran.

Analisis antar-marketplace juga penting. Produk yang menunjukkan performa kuat di Shopee belum tentu memiliki pola penjualan yang sama di TikTok Shop.

Manfaat untuk Brand: Pantau tren pertumbuhan bulanan dan musiman untuk merencanakan peluncuran produk, alokasi anggaran pemasaran, serta prioritas marketplace.

Baca juga: Fitur AI Ini Bikin Kelola E-Commerce Makin Mudah dan Satset!

Bagaimana Cara Memilih Tools Analitik E-Commerce yang Tepat?

Setelah memahami fitur utamanya, langkah berikutnya adalah memilih tools yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Pertama, tentukan tujuan analisis. Jika brand hanya ingin memahami traffic dan konversi website sendiri, tools analitik internal mungkin sudah mencukupi. Namun, jika ingin memantau market share dan penjualan kompetitor, brand membutuhkan tools market intelligence.

Kedua, perhatikan cakupan data. Pastikan tools mendukung marketplace, kategori produk, dan periode analisis yang relevan dengan bisnis Anda.

Ketiga, pahami sumber dan metode pengolahan data. Khusus analitik kompetitor, angka penjualan dari pihak ketiga dapat berupa estimasi. Karena itu, penting untuk memahami definisi metrik, cakupan data, dan keterbatasan analisisnya.

Terakhir, pilih tools yang menghasilkan insight untuk pengambilan keputusan. Dashboard dengan banyak angka belum tentu membantu jika brand kesulitan menerjemahkan data menjadi strategi.

MarketHac: Solusi Analitik E-Commerce untuk Memahami Pasar dan Kompetitor

Bagi brand yang ingin memahami performa bisnis di tengah persaingan marketplace, MarketHac menyediakan analisis data e-commerce untuk membantu proses riset pasar dan kompetitor.

Melalui MarketHac, brand dapat mengeksplorasi berbagai informasi, mulai dari market size dan market share, performa brand dan produk, distribusi harga, hingga tren pertumbuhan penjualan.

Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan bisnis, seperti mengevaluasi peluang kategori baru, memantau pergerakan kompetitor, mengembangkan portofolio produk, dan menyusun strategi penjualan berdasarkan kondisi pasar. Dengan demikian, brand memiliki dasar analisis yang lebih kuat sebelum mengambil keputusan bisnis.

Jangan Sampai Peluang Pasar Diambil Kompetitor!

Tools Analitik E-Commerce: 5 Fitur Penting untuk Brand

Ingin tahu bagaimana performa kompetitor, produk apa yang paling laris, atau seberapa besar peluang pasar bisnis Anda?

MarketHac membantu brand memahami pasar e-commerce melalui analisis data penjualan, kompetitor, dan tren kategori produk.

Hubungi tim Markethac untuk mengetahui solusi analitik e-commerce yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

FAQ Seputar Tools Analitik E-Commerce

  • Apa itu tools analitik e-commerce?

Tools analitik e-commerce adalah platform untuk mengolah dan menganalisis data perdagangan online, seperti penjualan, performa produk, perilaku pengunjung, serta kondisi pasar dan kompetitor.

  • Apa perbedaan Google Analytics dan tools analitik kompetitor?

Google Analytics terutama digunakan untuk memahami aktivitas pengunjung dan performa website atau aplikasi yang Anda kelola. Tools analitik kompetitor berfokus pada kondisi pasar, estimasi penjualan brand lain, market share, dan performa produk di marketplace.

  • Apa saja fitur penting tools analitik e-commerce?

Lima fitur yang penting untuk analisis pasar adalah market size dan market share, competitor analysis, product performance, price analysis, dan market trend analysis.

  • Apakah tools analitik e-commerce bisa melihat penjualan kompetitor?

Sebagian tools market intelligence dapat menyediakan estimasi penjualan kompetitor berdasarkan data dan metode analisis masing-masing. Angka tersebut perlu dibaca sesuai cakupan dan keterbatasan sumber datanya.

  • Apakah bisnis kecil membutuhkan tools analitik e-commerce?

Ya, terutama jika bisnis ingin mengevaluasi peluang produk, memahami harga pesaing, atau menentukan marketplace yang perlu diprioritaskan. Namun, jenis tools yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran bisnis.

Bagikan Berita Ini


Terbaru di E-Commerce

Berita lainnya

Masukan untuk berita ini

Kedua kolom wajib diisi.