Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Tren Earphone Indonesia 2026 dan Persaingan OWS vs IEM

Source: markethac.id

Pasar earphone terus berkembang seiring hadirnya berbagai inovasi teknologi dan desain baru. Salah satunya adalah Open Wireless Stereo (OWS), jenis earphone dengan desain open-ear yang memungkinkan pengguna tetap mendengar suara dari lingkungan sekitar tanpa menutup liang telinga.

Kehadiran OWS membuatnya dipandang sebagai alternatif baru bagi pengguna earphone, khususnya dibandingkan In Ear Monitor (IEM) yang menggunakan desain in-ear. Namun, apakah kemunculan OWS benar-benar sudah mengubah pasar earphone Indonesia?

Berdasarkan data marketplace periode Mei–Juli 2026, OWS belum menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan IEM. Justru, IEM masih mencatat momentum pertumbuhan yang lebih solid, sementara persaingan brand dan channel mulai mengalami perubahan.

OWS Belum Menunjukkan Pertumbuhan Positif

Dalam tiga bulan terakhir, performa OWS justru mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GMV OWS turun 10,96% YoY. Dari sisi volume, Unit Sold juga turun 10,29%, dari 147,2 ribu menjadi 132 ribu unit. Kondisi ini berbeda dengan IEM. Pada periode yang sama, GMV IEM tumbuh 34,57% YoY. Unit Sold juga meningkat 17,13%, dari 49,2 ribu menjadi 57,6 ribu unit.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran teknologi dan desain baru belum otomatis membuat OWS menjadi pendorong pertumbuhan pasar. Untuk saat ini, IEM masih memiliki momentum yang lebih kuat.

Persaingan Channel Mulai Bergeser

Perubahan menarik juga terlihat dari channel penjualan. Secara keseluruhan, Shopee masih menjadi salah satu kanal utama untuk checkout earphone, tetapi posisi TikTok x Tokopedia (TxT) semakin kuat. Pada kategori IEM, TxT bahkan berhasil mengambil alih posisi channel utama dari Shopee.

Pertumbuhan yang kuat membuat kontribusi TxT meningkat signifikan, sementara Shopee mengalami penurunan. Di sisi OWS, Shopee masih menjadi channel dengan posisi teratas. Namun, gap dengan TxT semakin kecil, terutama jika dilihat dari volume penjualan.

Sementara itu, Lazada dan Blibli semakin kehilangan relevansi di kedua varian. Hal ini menunjukkan bahwa penjualan earphone semakin terkonsentrasi pada Shopee dan TikTok x Tokopedia.

Baseus Menjadi Brand yang Paling Menonjol

Tren Earphone Indonesia 2026 dan Persaingan OWS vs IEM

Pergeseran juga terjadi di tingkat brand. Baseus berhasil merebut posisi #1 dari Philips dalam periode Mei–Juli 2026 setelah mencatat pertumbuhan paling kuat di antara Top 5 brand. GMV Baseus meningkat hingga 83% dibandingkan tahun 2025, sementara Unit Sold naik dari 19,1 ribu menjadi 41,8 ribu unit. Dengan pertumbuhan tersebut, Baseus menjadi satu-satunya brand Top 5 yang mengalami peningkatan signifikan baik dari sisi value maupun volume.

Sebaliknya, performa beberapa brand lain dalam Top 5 cenderung melemah. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan pasar tidak terjadi secara merata di seluruh brand. Momentum pasar justru semakin terkonsentrasi pada brand yang mampu menangkap demand secara lebih agresif.

Apa Artinya bagi Brand Earphone?

Data ini menunjukkan bahwa inovasi produk seperti OWS memang membuka peluang baru, tetapi popularitas teknologi tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan penjualan. Bagi brand OWS, tantangannya bukan hanya memperkenalkan konsep open-ear, tetapi juga membangun demand, memperkuat value proposition, dan menemukan channel yang paling efektif untuk menjangkau konsumen.

Bagi pemain di kategori ini, perkembangan OWS, pergeseran channel, dan perubahan posisi brand menjadi indikator penting untuk menentukan strategi produk dan marketplace berikutnya. Ingin melihat data pasar dan menemukan peluang kategori yang sedang bertumbuh? Pelajari lebih lanjut bersama Markethac.

Share This News


What’s New in E-Commerce

More News

Feedback on this news

Both fields are required.