Belakangan, creatine ramai dibahas setelah berbagai penelitian menyoroti manfaatnya yang ternyata lebih luas dari sekadar suplemen olahraga. Tidak hanya dikaitkan dengan performa fisik, creatine juga mulai dikaitkan dengan fungsi kognitif, kesehatan otak, hingga potensi manfaat pada kesehatan perempuan.
Viralnya pembahasan ini ikut mengubah persepsi pasar. Creatine yang sebelumnya identik dengan gym kini mulai masuk ke ranah lifestyle health dan wellness yang lebih luas.
Pasar Creatine Capai Rp48 Miliar dalam 3 Bulan
Periode Februari hingga April 2026, pasar creatine di Indonesia berhasil mencatat market size hingga Rp48,1 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa creatine bukan lagi produk niche untuk atlet atau bodybuilder saja, tetapi mulai masuk ke lifestyle market yang lebih luas.
Pertumbuhan market-nya pun terlihat semakin agresif dari bulan ke bulan. Setelah tumbuh tipis di bulan Maret, pasar creatine melonjak lebih dari 32% pada April 2026. Kenaikan ini menunjukkan demand kategori yang masih sangat aktif di marketplace.
Shopee dan TikTok Jadi Channel Utama Penjualan Creatine
Persaingan penjualan creatine saat ini tampaknya terkonsentrasi di dua marketplace utama: Shopee dan TikTok.
Shopee memimpin penjualan creatine dengan kontribusi market share lebih dari 53%, sementara TikTok Shop menyusul sangat dekat di angka sekitar 46%. Dominasi dua platform ini menunjukkan bahwa customer creatine kini semakin terbiasa membeli suplemen olahraga melalui social commerce dan marketplace utama.
Sementara channel lain seperti Blibli dan Lazada terlihat memiliki kontribusi yang jauh lebih kecil terhadap kategori ini. Maka bagi seller baru yang ingin masuk ke kategori creatine kemungkinan masih akan lebih optimal jika memprioritaskan Shopee dan TikTok sebagai channel utama penjualan, mengingat demand market saat ini masih terkonsentrasi di dua platform tersebut.
Evolene Masih Jadi Brand Terkuat di Pasar Creatine
Di level brand, Evolene masih menjadi pemain paling dominan di pasar creatine Indonesia dan berhasil menempati posisi teratas dibanding brand lainnya. Dominasi ini menunjukkan bahwa Evolene sudah memiliki awareness dan basis customer yang cukup kuat di kategori suplemen olahraga, khususnya creatine, sehingga masih menjadi pilihan utama banyak konsumen di marketplace.
Namun meski market leader terlihat cukup kuat, persaingan kategori creatine tetap menarik untuk diperhatikan. Muscle First, Optimum Nutrition, Rimbalife, hingga Matrix masih aktif bersaing dan terus membangun posisinya di market creatine Indonesia. Kehadiran beberapa pemain besar ini membuat kompetisi kategori tetap hidup dan cukup kompetitif. Artinya, meskipun sudah ada market leader yang cukup dominan, peluang bagi brand lain untuk tumbuh dan mengambil market share masih tetap terbuka melalui strategi produk, pricing, promosi, maupun pendekatan branding yang tepat.
Creatine Mulai Masuk ke Lifestyle Market
Jika dulu creatine identik dengan gym enthusiast dan atlet, kini kategorinya mulai berkembang menjadi bagian dari lifestyle market yang lebih luas. Meningkatnya tren olahraga, self-improvement, dan hidup aktif membuat produk suplemen olahraga semakin dekat dengan keseharian anak muda Indonesia.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana culture olahraga kini bukan hanya soal performa fisik, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup.
Mau tau pengaruh trend terhadap kategori bisnis kamu? Klik di sini untuk terhubung dengan tim Markethac!




