Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Tren Snack Bayi 2026: Non-MSG atau Rendah Gula yang Lebih Laris?

Source: markethac.id

Belakangan ini, makin banyak kreator Instagram dan TikTok yang mengedukasi orang tua untuk teliti membaca kandungan gizi makanan bayi, khususnya produk snack dan biskuit.

Kandungan gula dan MSG adalah dua hal yang sering mendapat sorotan. Sejumlah kreator bahkan membahas adanya perbedaan antara klaim produk dengan komposisi yang tercantum pada kemasan. Ramainya edukasi ini ikut mendorong orang tua untuk lebih kritis sebelum memilih snack untuk si kecil.

Namun, apakah meningkatnya perhatian terhadap kandungan gula dan MSG juga tercermin dari penjualan snack dan biskuit bayi di e-commerce? Berikut datanya untuk periode Januari - Juni 2026.

Penjualan Snack Bayi Memuncak di Januari, Lalu Cenderung Flat

Data MarketHac menunjukkan, Januari menjadi bulan dengan GMV tertinggi untuk kategori snack dan biskuit bayi sepanjang semester pertama 2026. Nilainya mencapai Rp12,4 miliar.

Setelah itu, performanya nampak melandai. Sepanjang Februari hingga Juni, GMV bergerak relatif stabil di kisaran Rp9,1–9,9 miliar tanpa terlihat lonjakan signifikan

Meskipun pembahasan kandungan gizi sedang ramai, belum terlihat kenaikan pada penjualan biskuit & snack bayi secara keseluruhan. Namun, bukan berarti tidak ada perubahan di dalam pasar. Hal ini baru terlihat setelah produk dikelompokkan berdasarkan klaimnya.

Snack dengan Klaim “Non-MSG” Lebih Menonjol di Pasar

Snack bayi dengan klaim rendah gula atau No Added Sugar banyak ditemukan di pasaran. Namun, klaim tersebut belum mencatat market share sebesar klaim lainnya.

Dari produk yang teridentifikasi memiliki klaim, Non-MSG mencatat share GMV tertinggi sebesar 33,8%, kemudian diikuti Organic dengan 24,9%. Sementara itu, No Added Sugar hanya menyumbang sekitar 1% share GMV. Artinya, ramainya pembahasan tentang gula di media sosial belum tentu menaikkan penjualan produk dengan klaim ‘No Added Sugar’.

Temuan ini bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan klaim. Jika memang sesuai dengan komposisi dan ketentuan produk, klaim Non-MSG dapat dioptimalkan dalam judul, deskripsi, maupun atribut listing.

Yummy Bites Jadi Pemimpin Pasar Snack Bayi

Dari sisi persaingan brand, Yummy Bites menempati posisi pertama pada kategori snack dan biskuit bayi, selisih tipis dari Promina. Jika digabungkan, keduanya menguasai sekitar 34% market share.

Di bawah dua pemain tersebut, terdapat kelompok brand mid-size dengan share yang berdekatan, yaitu Pureats, Milna, dan Gadoeh Rasa, masing-masing berada di kisaran 7–8%.

Posisi yang berdekatan membuat persaingan di kelompok menengah tampak menarik. Brand tersebut memiliki jarak yang dekat untuk mengejar posisi tiga besar dibanding pemain dengan share yang jauh lebih kecil.

Harga di Bawah Rp25 Ribu Jadi Sweet Spot Pasar

Produk dengan harga di bawah Rp25 ribu menyumbang 50,93% GMV. Artinya, lebih dari separuh nilai penjualan snack dan biskuit bayi berasal dari segmen harga paling terjangkau ini.

Sementara itu, rentang Rp25–50 ribu berkontribusi 24,08%. Jika digabungkan, kedua segmen tersebut menguasai sekitar 75% GMV pasar. Bagi brand, rentang harga tersebut bisa menjadi pertimbangan untuk menawarkan single pack, kemasan kecil, atau produk entry-level. 

Apa yang Bisa Brand Pelajari dari Pasar Snack Bayi?

Klaim Non-MSG dan Organic hasilkan kontribusi GMV yang lebih besar dibanding No Added Sugar. Pasar juga terfokus pada harga terjangkau, lalu persaingan brand di luar top 2 masih terbuka.

Brand sebaiknya tidak hanya mengikuti tren percakapan di media sosial. Validasi dulu dengan data pasar untuk melihat klaim, harga, ukuran, dan positioning yang punya peluang besar.

Mau tahu celah pasar yang bisa diambil brand-mu? Klik di sini untuk dapatkan datanya.

Share This News


What’s New in E-Commerce

See More

Feedback on this news

Both fields are required.