Minat terhadap TV berukuran besar terus meningkat, terutama karena konsumen semakin mencari pengalaman menonton yang imersif di rumah. Namun, apakah hype ini benar-benar mendorong penjualan TV di e-commerce? Tim Markethac menemukan insights menarik di balik data penjualan TV terbaru, yuk cek detailnya di artikel ini!
Penjualan TV Naik-Turun, tapi Masih di Angka Aman
Pergerakan penjualan TV sepanjang tahun menunjukkan pola fluktuatif yang tergolong aman. Setelah turun 20,8% dari Juli ke Agustus, penjualan kembali naik 5,6% di September. Dinamika ini menegaskan bahwa TV sangat bergantung terhadap promo besar seperti Harbolnas dan payday.
TV Premium Laris, Tapi Konsumen Belum Beralih ke Layar Jumbo
Konsumen Indonesia memang mulai banyak melirik TV premium, namun sebagian besar penjualan masih terkonsentrasi di ukuran 50–70 inci. Ukuran ini dianggap ideal untuk ruang keluarga, praktis, dan tidak terlalu memakan ruang. Sementara itu, model ultra besar yang mendekati kategori “home theater” cenderung sepi peminat. Artinya, adopsi TV jumbo belum masif karena faktor ruang, harga, dan kebutuhan yang tidak sejalan.
Brand TV yang Mendominasi Pasar
Para pemain lama masih memimpin top 5 brand TV dengan kontribusi GMV tertinggi. TCL dan Hisense mendominasi, kuat dengan positioning “affordable premium” yang cocok untuk konsumen TV layar besar. SPC dan Changhong juga mulai aktif memainkan harga, sehingga semakin relevan di pasar TV besar. Di sisi lain, LG menjadi satu-satunya brand global yang konsisten bertahan di tengah banyaknya merek TV China.
TV Ukuran Besar Paling Laris di Channel Mana? Cek di Markethac!
Setiap channel e-commerce punya karakteristik konsumen yang berbeda. Kalau kamu ingin tahu channel mana yang paling tepat untuk meningkatkan penjualan TV ukuran besar, data lengkapnya tersedia di Markethac!
Dapatkan insight seputar tren penjualan TV dan aktivitas kompetitor untuk membantu brand Anda memaksimalkan strategi penjualan di kategori elektronik berukuran besar. Klik di sini untuk berlangganan Markethac.
