Skip to content

Vitamin D3 Jadi yang Terlaris? Ini Tren Penjualan Vitamin Semester 1 2026

Health Supplements
•
•
Monday, Oct 12, 2026
Vitamin D3 Jadi yang Terlaris? Ini Tren Penjualan Vitamin Semester 1 2026
Source: https://markethac.id

Musim mulai berganti, dan kebutuhan vitamin kembali jadi prioritas. Apakah perubahan ini juga terlihat dari cara konsumen berbelanja vitamin di e-commerce?

Data MarketHac menunjukkan pola yang menarik. Penjualan vitamin secara keseluruhan melonjak tajam pada April 2026, tapi momentum ini tak berlangsung lama. Lalu, ada satu jenis vitamin yang kontribusinya lebih besar dibanding kategori lainnya, yaitu Vitamin D3. 

Lantas, seberapa besar pasar Vitamin D3 dan brand mana yang berhasil mengambil porsi terbesar?

Penjualan Vitamin Melonjak Tajam di April

April menjadi salah satu momentum menarik bagi pasar vitamin di e-commerce pada semester pertama 2026. Data MarketHac menunjukkan, penjualan vitamin mengalami kenaikan tajam pada April sebelum kembali turun pada Mei dan stagnan di Juni.

Momen ini bertepatan dengan periode peralihan musim di Indonesia. Namun, pola yang terjadi bersamaan ini tidak serta-merta membuktikan bahwa pergantian musim menjadi penyebab kenaikan penjualan vitamin.

Yang dapat dilihat dari data adalah April menjadi momentum penjualan yang menonjol dibanding Mei dan Juni.

Di Antara Banyak Pilihan, Vitamin D3 Jadi Andalan Konsumen

Pasar vitamin terdiri dari berbagai jenis produk, tapi kontribusi penjualannya tidak merata. Berdasarkan data MarketHac, Vitamin D3 mencatat market share terbesar sebesar 22,6%. Angkanya jauh di atas Vitamin C yang berada di posisi berikutnya dengan share 6,69%, dan Vitamin D sebesar 6,6%. Dengan share 3x di atas Vitamin C, Vitamin D3 menjadi jenis vitamin yang paling menarik perhatian konsumen pada periode analisis.

Konsumen tampaknya tengah mengandalkan Vitamin D3 di periode ini. Namun, diperlukan data tambahan untuk memastikan alasan di baliknya.

Prove D3 Pimpin Top 10 Brand Vitamin D3

Vitamin D3 Jadi yang Terlaris? Ini Tren Penjualan Vitamin Semester 1 2026

Prove D3 menempati posisi pertama dengan market share 21,1%. Nutrimax berada di posisi berikutnya dengan 12,6%, kemudian Tomo Kenko dengan 7,7%. Artinya, terdapat gap sekitar 8,46 percentage points antara brand pertama dan kedua.

Meski Prove D3 memimpin cukup jauh, brand tersebut belum menguasai mayoritas pasar. Sekitar 78,8% market share tersebar di brand lainnya. Hal ini menunjukkan, pasar vitamin D3 masih menyediakan ruang bagi banyak pemain.

Pasar D3 Besar, tapi Jangan Sekadar Ikut Tren

Melihat D3 sebagai kategori dengan share terbesar bukan berarti semua brand harus meluncurkan produk serupa. Justru, data pasar dapat digunakan untuk mencari celah yang belum dimanfaatkan kompetitor.

Misalnya, apakah konsumen lebih tertarik pada dosis tertentu? Berapa rentang harga yang menghasilkan GMV terbesar? Apakah konsumen membeli satu botol atau multipack? Benefit apa yang paling sering ditonjolkan top seller?

Pertanyaan tersebut dapat membantu brand menentukan apakah peluang terbaik ada pada produk baru, harga, positioning, bundling, atau strategi promosinya.

Mau Tahu Celah di Pasar Vitamin D3?

Data vitamin D3 ini belum seberapa. Dengan Markethac, brand dapat membedah performa kompetitor, tren penjualan, harga, SKU, promo, hingga channel e-commerce untuk menemukan peluang yang lebih spesifik.

Mau tahu strategi pemain teratas dan celah yang masih bisa direbut di pasar Vitamin D3? Klik di sini untuk dapatkan datanya.