Meski wired earphone kembali populer, pasar wireless audio tetap menunjukkan performa yang solid. Dalam periode Februari–April 2026, market wireless audio tercatat mencapai Rp541 miliar. Tidak hanya besar secara market size, pertumbuhan kategorinya juga masih positif. Dari Februari ke Maret 2026, market wireless audio tumbuh sekitar 9%, menunjukkan demand konsumen masih sangat kuat.
Hal ini menandakan bahwa comeback wired earphone lebih banyak didorong oleh tren lifestyle dan fashion statement, bukan perpindahan massal konsumen dari wireless ke wired.
Earphone Wireless Masih Dicari Market
Di dalam kategori wireless audio sendiri, earphone wireless masih menjadi kategori terbesar. Kontribusinya bahkan mencapai hampir 70% dari total market.
Popularitas TWS dan wireless earphone masih menjadi faktor utama. Konsumen tetap mencari perangkat audio yang praktis, portable, dan mudah digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti bekerja, commuting, olahraga, hingga entertainment. Meski tren wired kembali naik, convenience masih menjadi alasan utama mengapa wireless audio tetap mendominasi pasar.
Apple Pimpin Market Wireless Audio
Di level brand, Apple Inc. masih menjadi brand wireless audio dengan market share terbesar sebesar 6,68%. Namun persaingan di kategori ini masih sangat ketat karena jarak antar pemain utama terbilang sangat tipis.
Di bawah Apple, ada Baseus dengan market share 5,78%, disusul Anker Innovations sebesar 5,57%, dan Sony Group Corporation di angka 5,27%. Selisih antar brand bahkan tidak sampai 2%, menunjukkan bahwa posisi market leader masih sangat mungkin berubah sewaktu-waktu.
Artinya, pasar wireless audio Indonesia masih jauh dari dominasi absolut. Persaingan brand masih sangat terbuka, baik dari sisi pricing, inovasi produk, maupun strategi promosi di marketplace.
Apple Juga Memimpin Kategori Earphone Wireless
Tidak hanya di kategori wireless audio secara keseluruhan, Apple juga menjadi brand earphone wireless paling banyak dicari. Meski begitu, brand aksesori seperti Anker dan Baseus terus menunjukkan performa yang kompetitif.
Jarak antar brand masih relatif dekat dan persaingan market masih berlangsung ketat. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan faktor brand prestige, tetapi juga value, fitur, dan harga.
Sementara di kategori headphone, Baseus berhasil memimpin market. Namun sama seperti kategori lainnya, gap antar brand juga masih cukup tipis. Ini menunjukkan bahwa pasar headphone masih menyimpan banyak peluang bagi brand untuk tumbuh dan mengambil market share. Dengan market yang belum terkunci, strategi pricing, distribusi, hingga positioning masih akan sangat menentukan persaingan ke depan.
Wired Earphone Jadi Tren, Tapi Wireless Belum Tergeser
Comeback wired earphone memang menjadi fenomena menarik di 2026. Namun berdasarkan data market, tren ini belum cukup kuat untuk menggoyahkan dominasi wireless audio.
Wireless audio masih tumbuh, market size masih besar, dan persaingan antar brand masih sangat dinamis. Bagi brand, kondisi ini menunjukkan bahwa peluang di kategori audio masih terbuka lebar, baik untuk pemain wired maupun wireless.
Jika brand-mu ingin membaca peta persaingan secara lebih tajam dan berbasis data nyata, klik di sini untuk terhubung dengan tim Markethac.




