Penjualan popok bayi di Indonesia menunjukkan perubahan dan tren yang menarik seiring dengan preferensi konsumen. Pasar popok bayi juga didominasi beberapa merek terkenal. Selain itu, peningkatan penjualan melalui kanal online seperti Shopee dan Tokopedia menunjukkan pergeseran perilaku belanja konsumen yang lebih mengandalkan platform e-commerce. Mari telusuri lebih lanjut data penjualan popok bayi di Indonesia periode November 2024!
Tipe Popok yang Mendominasi Pasar
Preferensi konsumen terhadap popok bayi tipe celana sangat tinggi karena praktis dan mudah digunakan. Tipe ini hampir menguasai seluruh pasar. Data November 2024 menunjukkan bahwa popok tipe celana memiliki pangsa pasar sebesar 84%, jauh mengungguli popok tipe perekat yang hanya memiliki pangsa pasar sebesar 16%.
Popok Newborn vs Toddler
Popok tipe toddler/child mendominasi pasar hampir dua kali lipat dibandingkan popok bayi baru lahir (newborn). Popok tipe toddler memiliki pangsa pasar sebesar 63.3% dengan nilai penjualan mencapai 114 juta Rupiah. Sementara itu, popok bayi baru lahir hanya memiliki pangsa pasar sebesar 36.7% dengan nilai penjualan 66 juta Rupiah. Permintaan yang tinggi terhadap popok tipe toddler mungkin berkaitan dengan periode penggunaan yang lebih lama.
Channel Penjualan Popok Bayi Favorit Konsumen
Dari segi channel penjualan, Shopee menjadi pilihan favorit konsumen untuk membeli popok bayi dengan pangsa pasar mencapai 75.7%. Tokopedia berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 18.8%, diikuti oleh Bukalapak (3.77%) dan Lazada (1.65%). Penjualan popok bayi di Shopee menghasilkan pendapatan sebesar Rp155 miliar, mendominasi hampir 76% pasar. Promosi bundling popok di Shopee berhasil menarik perhatian konsumen secara signifikan. Data penjualan popok ini menunjukkan bahwa Shopee memegang peran besar dalam distribusi popok bayi di Indonesia.
Preferensi Konsumen Terhadap Kemasan Popok
Data juga menunjukkan bahwa 65.7% konsumen lebih memilih popok bayi dalam kemasan karton dibandingkan dengan 34.2% yang memilih popok dalam kemasan satuan. Kemasan karton dianggap lebih efisien untuk stok jangka panjang. Pangsa pasar kemasan karton lebih dominan di berbagai rentang harga, dari Rp0-40K hingga di atas Rp200K dengan persentase pasar antara 50.9% hingga 75.7%.
Top 9 Brand Popok Bayi
Pasar popok bayi di Indonesia menunjukkan dominasi beberapa merek terkenal. MamyPoko memimpin pasar dengan pangsa sebesar 29.1%, diikuti oleh Sweety (16.8%), Merries (15.8%), dan Baby Happy (11%). Merek lokal seperti MAKUKU dan Happy Nappy juga memiliki pangsa pasar yang signifikan, masing-masing sebesar 8.01% dan 5.56%.
Merek MamyPoko berhasil mengungguli kompetitornya dengan pangsa pasar 1.73 kali lebih besar dari Sweety, yang disebabkan oleh kombinasi kualitas produk, inovasi, distribusi yang luas, dan strategi pemasaran yang efektif. Data ini menempatkan MamyPoko sebagai popok bayi terlaris di Indonesia.
Segmen Penjualan Berdasarkan Brand dan Tipe Popok
Di sisi lain, MamyPoko dan Merries saling mendominasi di segmen tertentu. MamyPoko unggul dalam penjualan popok tipe celana dengan pangsa pasar 84.5%, sedangkan Merries memimpin di segmen popok tipe perekat dengan pangsa pasar 98.5%. Di sisi lain, Sweety memiliki distribusi yang lebih merata antara popok tipe celana (69.5%) dan perekat (30.5%).
Dengan demikian, brand popok bayi harus terus berinovasi dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen agar bisa bersaing di pasar yang kompetitif. Selalu pantau tren dan pergerakan brand popok bayi di Markethac. Kami menyajikan data real-time, akurat, dan detail di berbagai industri, mulai dari personal care, food & beverages, hingga elektronik. Semua data kami susun secara lengkap di dalam satu dashboard. Dapatkan demo dashboard Markethac di sini!
