Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Pentingnya Tool Ecommerce Price Monitoring Buat Pantau Harga

Tool Ecommerce Price Monitoring

Harga kompetitor turun, apakah brand harus ikut menurunkan harga? Saat penjualan melemah, apakah penyebabnya pasti karena produk terlalu mahal?

Belum tentu.

Di marketplace, harga produk bisa berubah karena banyak faktor, mulai dari promo, persaingan antarpenjual, hingga perubahan permintaan. Tanpa data yang tepat, brand berisiko membidik harga berdasarkan asumsi.

Di sinilah pentingnya tool ecommerce price monitoring. Dengan memantau perubahan harga secara rutin, brand bisa memahami kondisi pasar dan menentukan strategi yang tepat.

Apa Itu Ecommerce Price Monitoring?

Ecommerce price monitoring adalah proses memantau dan menganalisis perubahan harga produk di marketplace secara berkala, baik untuk produk sendiri maupun kompetitor.

Pemantauan ini membantu brand mengetahui harga yang ditawarkan penjual, perubahan harga dari waktu ke waktu, dan bagaimana posisi harga produknya dibandingkan dengan pasar.

Namun, memantau harga saja belum cukup. Brand juga perlu menghubungkan data harga dengan performa penjualan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Misalnya, harga sebuah produk naik 5%, tapi penjualannya tetap stabil. Tanpa melihat data penjualan, brand mungkin akan menganggap kenaikan harga membuat pelanggan kabur. Faktanya, kondisi pasar bisa jauh lebih kompleks.

Baca juga: Markethac: Tools ECommerce Insights Lengkap untuk Optimalkan Strategi Penjualan

Mengapa Brand Wajib Rutin Memantau Harga di E-Commerce?

  1. Harga Kompetitor Bisa Berubah Kapan Saja

    Persaingan harga di e-commerce sangat dinamis. Kompetitor bisa mengubah harga saat kampanye tanggal kembar, peluncuran produk baru, atau ketika ingin meningkatkan penjualan.

    Jika brand hanya mengecek harga sesekali, perubahan penting bisa terlewat.

    Dengan ecommerce price monitoring, brand dapat melihat kapan kompetitor menaikkan atau menurunkan harga dan seberapa besar perubahannya. Hasilnya, brand bisa merespons persaingan berdasarkan data, tidak sekadar mengikuti kompetitor.
     
  2. Harga Murah Belum Tentu Paling Laris

    Beberapa brand menganggap harga murah bisa mendorong angka penjualan. Nyatanya, pembeli juga mempertimbangkan merek, fitur, kualitas, dan kebutuhan mereka.

    Produk dengan harga premium memang bisa mendongkrak omzet. Di sisi lain, produk murah belum tentu bisa meningkatkan demand pelanggan. 

    Oleh karena itu, analisis harga sebaiknya selalu dibandingkan dengan data unit terjual dan omzet. Jadi, brand bisa mengetahui rentang harga mana yang benar-benar menghasilkan penjualan.
     
  3. Tidak Gegabah Menentukan Diskon

    Saat omzet turun, memberikan diskon biasanya jadi ‘jalan ninja’. Namun, bagaimana jika omzet turun karena stok produk terlaris habis? Atau karena konsumen sedang beralih ke varian yang berbeda?

    Menurunkan harga tanpa mengetahui penyebabnya bisa mengurangi margin tanpa menyelesaikan masalah. Memantau harga sambil menganalisis penjualan bisa memudahkan brand dalam mengambil keputusan.
     
  4. Mengetahui Posisi Harga Brand di Pasar

    Brand perlu memahami apakah produknya berada di bawah, sejajar, atau di atas harga kompetitor. Informasi ini penting untuk menentukan positioning.

    Misalnya, brand dengan harga premium perlu memastikan produknya punya value. Sementara itu, brand dengan harga rendah harus mengevaluasi apakah strategi tersebut menghasilkan volume penjualan yang sepadan.

    Ecommerce price monitoring membantu brand menilai posisi tersebut secara berkala, terutama ketika kondisi pasar berubah.
     
  5. Membantu Merencanakan Promo dan Peluncuran Produk

    Perubahan harga dan penjualan dari waktu ke waktu juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk kampanye berikutnya. Brand bisa mempelajari periode ketika penjualan meningkat, perubahan harga yang terjadi, dan produk mana yang paling berkontribusi.

    Data historis ini dapat membantu brand menyusun harga peluncuran, menentukan waktu promosi, dan mengevaluasi hasil kampanye dengan lebih terukur.

Studi Kasus: Fluktuasi Penjualan iPhone di Marketplace 2026

Mengapa brand perlu memantau harga sekaligus penjualan? Data MarketHac selama 5 Juli–3 Oktober 2026 menunjukkan bahwa performa iPhone di marketplace tidak selalu bergerak sesuai ekspektasi.

Penjualan mencapai puncak pada minggu ke-4 Agustus dengan omzet Rp174,4 miliar. Namun, saat periode 9.9, omzetnya turun -14,3% dibandingkan minggu sebelumnya.

Pada minggu ketiga September, unit terjual turun -21,4%, tetapi omzet hanya turun -9,8%. Rata-rata nilai penjualan per unit naik dari Rp16,3 juta menjadi Rp18,5 juta. Ini menandakan perubahan komposisi penjualan ke model yang lebih mahal.

Lalu pada minggu kelima September, penjualan kembali melonjak dengan kenaikan omzet +30,5% dan unit terjual +33%.

Apa insight-nya? Penurunan unit terjual bukan berarti seluruh model mengalami penurunan demand. Selain itu, kenaikan rata-rata GMV belum tentu disebabkan oleh kenaikan harga setiap produk.

Jadi, brand perlu memantau harga dan penjualan per model secara rutin agar tidak buru-buru memberikan diskon atau mengubah strategi berdasarkan angka penjualan secara keseluruhan.

Baca juga: Data Penjualan Smartphone: iPhone Duo Guncang Pasar HP Lipat

Bagaimana Melakukan Ecommerce Price Monitoring yang Efektif?

Pemantauan harga akan bermanfaat jika dilakukan secara konsisten menggunakan indikator yang tepat.

Brand dapat memulai dengan menentukan hero product dan kompetitor yang ingin dipantau, kemudian membandingkan beberapa data berikut:

Data yang DipantauManfaat untuk Brand
Harga produk sendiri dan kompetitorMengetahui posisi harga di pasar
Perubahan harga dari waktu ke waktuMengidentifikasi pola kenaikan atau penurunan harga
Unit terjualMelihat perubahan volume penjualan
Omzet atau GMVMengukur kontribusi penjualan
Harga jual rata-rataMemahami nilai transaksi aktual
Performa setiap produk atau modelMengetahui produk yang mendorong perubahan penjualan

Untuk kategori yang sangat kompetitif atau sedang menjalankan kampanye besar, pemantauan rutin akan membantu brand menangkap perubahan lebih cepat.

Yang terpenting, jangan hanya mengumpulkan data harga. Gunakan data tersebut untuk melihat perubahan dan menentukan keputusan.

Pantau Harga Kompetitor dan Tren Pasar dengan MarketHac

Pentingnya Tool Ecommerce Price Monitoring Buat Pantau Harga

Menentukan harga jual bukan sekadar menjadi yang termurah. Brand wajib memahami pergerakan harga kompetitor, perubahan permintaan, dan performa penjualan agar tidak salah mengambil keputusan.

Dengan MarketHac, brand dapat menganalisis harga produk, memantau kompetitor, dan melihat tren penjualan di e-commerce dalam satu platform market intelligence.

Daripada menebak harga, lebih baik gunakan data untuk menemukan jawabannya.

Ingin tahu bagaimana posisi harga brand Anda dibandingkan kompetitor? Klik di sini untuk jelajahi MarketHac dan mulai analisis strategi harga berdasarkan data pasar.

Bagikan Berita Ini


Terbaru di E-Commerce

Berita lainnya

Masukan untuk berita ini

Kedua kolom wajib diisi.