Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Harga iPhone Naik 7%, Gimana Nasib Penjualannya di 2026?

Harga iphone 2026

Harga iPhone naik menjadi trending topic pasar smartphone belakangan ini. Dengan banyaknya pilihan model, perubahan harga jadi pertimbangan konsumen sebelum memutuskan membeli iPhone.

Namun, apakah kenaikan harga membuat penjualan melemah? Atau ada model tertentu yang tetap diminati meskipun harganya berubah?

Melalui data penjualan e-commerce, MarketHac mengulas tren penjualan iPhone, model yang paling laris, hingga hubungan antara perubahan harga dan performa penjualannya sepanjang 2026.

Tren Penjualan iPhone 2026: Sempat Tembus Rp174,4 Miliar dalam Seminggu

Berdasarkan data e-commerce MarketHac periode 5 Juli–3 Oktober 2026, penjualan iPhone menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis dari minggu ke minggu.

Puncak penjualan terjadi pada minggu ke-4 Agustus dengan Gross Merchandise Value (GMV) mencapai Rp174,4 miliar dan sekitar 10,4 ribu unit terjual. Sebaliknya, nilai penjualan terendah tercatat pada minggu ke-5 Juli, yaitu Rp108,4 miliar.

Memasuki September, momentum kampanye belanja 9.9 ternyata tidak diikuti lonjakan penjualan iPhone. Pada minggu pertama September, GMV turun 14,3% dibandingkan minggu sebelumnya. Penurunan kembali terjadi pada minggu ke-2 September. Jumlah unit terjual merosot 21,4%, sedangkan GMV hanya turun 9,8%.

Menariknya, nilai penjualan rata-rata per unit justru meningkat dari sekitar Rp16,3 juta menjadi Rp18,5 juta. Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran komposisi penjualan menuju model iPhone dengan harga lebih tinggi.

Menjelang akhir September, performa penjualan kembali menguat. Pada minggu ke-5 September, GMV melonjak 30,5%, diikuti kenaikan jumlah unit terjual sebesar 33%. 

Fluktuasi ini menunjukkan, penjualan iPhone tidak selalu meningkat pada ajang promosi besar. Jenis model yang terjual juga berperan penting dalam menentukan omzet keseluruhan.

Baca Juga: Data Penjualan Smartphone: iPhone Duo Guncang Pasar HP Lipat

iPhone 15 Paling Laris, tapi iPhone 17 Sumbang Omzet Terbesar

iPhone 15 menjadi model dengan kontribusi unit terbesar, mencapai 47,4% dari total unit iPhone yang terjual. Namun, kontribusinya terhadap GMV berada di angka 37,3%. Dengan harga rata-rata sekitar Rp13,5 juta, iPhone 15 menjadi salah satu penopang utama volume penjualan Apple.

Sebaliknya, iPhone 17 Pro memiliki peran lebih besar dalam menghasilkan omzet. Gabungan iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max menyumbang 35% dari total GMV, meskipun kontribusinya terhadap unit terjual hanya 24,9%. Jika digabungkan dengan iPhone 17 reguler, keluarga iPhone 17 bahkan menyumbang 48,6% dari total nilai penjualan iPhone.

Data ini memperlihatkan dua karakteristik penting dalam portofolio Apple. iPhone 15 unggul dari sisi volume, sedangkan keluarga iPhone 17, khususnya Pro, memberikan kontribusi besar terhadap nilai penjualan. Namun, bagaimana perubahan harga memengaruhi performa masing-masing model?

Harga iPhone 17 dan iPhone 16 Naik, Penjualan Harian Justru Turun

Data MarketHac menunjukkan adanya kenaikan ARP pada sejumlah model iPhone selama periode yang dianalisis.

Kenaikan paling menonjol terjadi pada iPhone 17, yaitu meningkat 7,09%. Pada periode yang sama, rata-rata unit terjual per hari turun sekitar 71%.

Kondisi serupa juga terjadi pada iPhone 16. Harga rata-ratanya naik 6,41%, sementara penjualan harian turun sekitar 19%. Temuan ini memperlihatkan bahwa kenaikan ARP terjadi bersamaan dengan pelemahan penjualan kedua model tersebut.

Meski demikian, penurunan penjualan tidak bisa disimpulkan sebagai akibat kenaikan harga saja. Faktor lain seperti promosi dan pergeseran demand juga dapat memengaruhi performa penjualan.

Baca Juga: Apple ‘Tutup Keran’ Toko Non-Resmi, Apa Dampaknya ke iPhone?

Harga iPhone 17 Pro Turun, Penjualannya Malah Melonjak!

Berbeda dengan versi reguler, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max mencatat penurunan harga rata-rata yang diikuti peningkatan penjualan.

Harga rata-rata iPhone 17 Pro turun 3,81%, sementara rata-rata unit terjual per hari meningkat sekitar 64%. Di sisi lain, harga rata-rata iPhone 17 Pro Max turun 1,91%, dan penjualan hariannya meningkat 23%.

Menariknya, perubahan harga tersebut membuat selisih harga antara iPhone 17 reguler dan iPhone 17 Pro semakin kecil. Jarak harga kedua model menyempit dari Rp5,7 juta menjadi Rp3,6 juta.

Dengan selisih harga yang lebih dekat, konsumen berpotensi mempertimbangkan iPhone 17 Pro sebagai alternatif dari versi reguler.

Harga Turun Belum Tentu Penjualan Naik. Terbukti di iPhone 16 Pro Max

Meski penjualan iPhone 17 Pro dan Pro Max bertumbuh ketika harganya turun, pola tersebut tidak berlaku untuk semua model.

Pada iPhone 16 Pro Max, harga rata-rata turun 3,72%, tapi rata-rata unit terjual per hari merosot dari 25 menjadi 5 unit. Hal serupa terjadi pada iPhone 16 Plus. Meskipun harga rata-ratanya turun 2,70%, penjualan harian tetap melemah dari 18 menjadi 15 unit.

Bagaimana dengan iPhone 15? Harga rata-rata iPhone 15 relatif stabil, hanya naik 0,34%. Namun, penjualan hariannya turun sekitar 20%. Pada periode yang sama, tingkat diskon juga menyusut dari 16% menjadi 12%.

Artinya, menurunkan harga belum tentu cukup untuk meningkatkan penjualan suatu model.

Baca Juga: iPhone Paling Diincar, tapi Penjualannya Malah Turun?

Apple Masih Nomor Satu Secara Omzet, tapi Samsung Semakin Mendekat

Harga iPhone Naik 7%, Gimana Nasib Penjualannya di 2026?

Bagaimana posisi Apple dibandingkan brand smartphone lainnya? Berdasarkan analisis Official Store pada dua periode perbandingan, Apple tetap menempati peringkat pertama berdasarkan GMV.

Namun, market share GMV Apple turun dari 38,17% menjadi 31,93%. Jarak pangsa GMV Apple dengan Samsung juga semakin tipis, dari 21 percentage points menjadi 12,5 percentage points.

Dari sisi jumlah unit terjual, Apple tetap berada di peringkat keempat. Pangsa unitnya turun dari 12,10% menjadi 9,13%.
Rata-rata penjualan harian Apple juga melemah 16%.

Sementara itu, Infinix berhasil naik menjadi pemimpin berdasarkan jumlah unit terjual. Market share meningkat dari 16,10% menjadi 20,44%.

Apple masih unggul dari sisi omzet, tapi persaingan smartphone berdasarkan jumlah unit menunjukkan dinamika yang berbeda.

Mau Tahu Strategi Harga dan Penjualan Kompetitor?

Perubahan harga kompetitor menjadi informasi penting untuk menentukan strategi bisnismu. Dengan MarketHac, brand dapat menganalisis tren penjualan e-commerce, estimasi market share, produk terlaris, hingga distribusi harga kompetitor.

Klik di sini untuk hubungi tim MarketHac. Ketahui solusi analitik e-commerce yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

FAQ Seputar Harga iPhone Naik 2026

Apakah harga iPhone naik pada 2026?
Berdasarkan data e-commerce MarketHac, harga rata-rata iPhone 17 naik 7,09%, sedangkan iPhone 16 meningkat 6,41% pada periode perbandingan yang dianalisis. Angka tersebut bukan pengumuman kenaikan harga resmi Apple.

Mengapa harga iPhone naik pada 2026?
Data MarketHac menunjukkan perubahan harga rata-rata yang teramati di e-commerce, tetapi belum cukup untuk memastikan penyebabnya. Perubahan komposisi varian, promosi, dan harga dari penjual dapat memengaruhi angka rata-rata tersebut.

Apakah kenaikan harga iPhone membuat penjualan turun?
Pada iPhone 17 dan iPhone 16, kenaikan harga rata-rata terjadi bersamaan dengan penurunan unit terjual per hari. Namun, hubungan tersebut belum membuktikan bahwa kenaikan harga merupakan penyebab utama penurunan penjualan.

iPhone apa yang paling laris pada 2026?
Dalam cakupan data MarketHac periode Juli–awal Oktober 2026, iPhone 15 menyumbang 47,4% dari total unit iPhone terjual, menjadikannya model dengan kontribusi volume terbesar.

Bagikan Berita Ini


Terbaru di E-Commerce

Berita lainnya

Masukan untuk berita ini

Kedua kolom wajib diisi.