Aturan Produk Berbahaya Shopee 2026, Seller Wajib Tahu

E-Commerce Insights
•
•
Thursday, Sep 17, 2026
Aturan Produk Berbahaya Shopee 2026, Seller Wajib Tahu
Source: https://markethac.id

Mulai September 2026, seller Shopee perlu lebih teliti sebelum mengirimkan produk kepada pembeli. Shopee memperbarui ketentuan mengenai Produk Berbahaya, yaitu produk dengan bahan atau zat yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan selama proses pengiriman.

Yang menarik, kategori ini tidak hanya mencakup produk seperti bensin, gas, atau bahan kimia. Produk yang cukup umum dijual di marketplace, seperti HP, laptop, smartwatch, wireless earbuds, parfum, hand sanitizer, hingga power bank juga dapat masuk dalam kategori Produk Berbahaya karena karakteristik bahan atau komponennya.


Lantas, produk apa saja yang termasuk Produk Berbahaya dan apa yang perlu dilakukan seller?

Apa Itu Produk Berbahaya di Shopee?

Menurut ketentuan Shopee, Produk Berbahaya merupakan produk yang memiliki bahan atau zat yang dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan ketika dikirim. Risiko tersebut dapat muncul karena karakteristik produk selama proses pengiriman. Misalnya, cairan berpotensi tumpah atau bocor akibat guncangan, sementara produk berbahan kaca lebih rentan pecah ketika tertumpuk dengan barang lain.

Beberapa cairan juga dapat mudah menguap dan berpotensi menyebabkan kebakaran atau ledakan. Produk tertentu bahkan dapat memiliki bau menyengat yang mengganggu selama proses pengiriman. Selain cairan, baterai, gas bertekanan, magnet, serta barang yang mudah terbakar atau meledak juga termasuk dalam Produk Berbahaya.

Karena itu, seller tidak cukup hanya melihat apakah sebuah produk terlihat “aman” untuk digunakan. Karakteristik produk juga perlu diperhatikan dari sisi proses pengirimannya.

Produk Apa Saja yang Termasuk?

Shopee membagi Produk Berbahaya ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat risikonya, yaitu Kategori A, B, dan C.

Kategori A: Risiko Bahaya Rendah

Kategori A mencakup produk dengan tingkat risiko bahaya rendah. Contohnya cukup dekat dengan produk yang banyak dijual sehari-hari, seperti deterjen, pelembut dan pewangi pakaian, hand sanitizer, antiseptik, essential oil, reed diffuser, serta parfum roll-on atau solid parfum.

Menariknya, produk elektronik kecil yang menggunakan baterai juga termasuk di dalam kategori ini. Contohnya HP, laptop, smartwatch, sikat gigi elektrik, wireless earbuds, wireless mouse, keyboard, hingga kipas portable.
Jadi, ketika sebuah produk mengandung baterai, seller perlu memperhatikan ketentuan Produk Berbahaya meskipun produknya bukan bahan kimia atau barang yang mudah terbakar.

Kategori B: Risiko Bahaya Menengah

Kategori B memiliki tingkat risiko bahaya menengah dan mencakup jenis produk yang lebih beragam. Beberapa contohnya adalah aerosol seperti cat semprot, obat nyamuk semprot, dan piloks; baterai AA/AAA, baterai lithium, dan power bank; hingga kendaraan atau mesin bertenaga baterai seperti skuter listrik, hoverboard, bor cordless, dan emergency lamp.

Produk berbentuk cairan juga cukup banyak masuk dalam kategori ini. Di antaranya parfum spray seperti EDP/EDT, fragrance oil, cat non-water-based, vernis, oli mesin, minyak rem, cairan pemutih berbahan asam atau basa kuat, paint remover, thinner, dan solvent.

Kategori ini juga mencakup produk seperti kutek dan nail polish remover, lem dan sealant, disinfektan, pestisida, pupuk, kamper, sulfur, serta beberapa jenis produk lainnya.

Kategori C: Risiko Bahaya Tinggi

Kategori C merupakan Produk Berbahaya dengan tingkat risiko tinggi.
Contohnya mencakup aki dan cairan aki, alkohol dengan konsentrasi 70% atau lebih, asam dan formaldehida, aseton, bahan oksidator tertentu, baterai LiFePO₄, bensin dan bahan bakar, hingga berbagai jenis gas seperti butane, propane, freon, refrigerant, dan acetylene.

Produk seperti korek api, pemantik api, metanol, resin, spiritus, serta beberapa bahan kimia dan pembersih tertentu juga masuk dalam kategori ini.

Dengan adanya pembagian tersebut, seller perlu memahami bahwa setiap Produk Berbahaya memiliki tingkat risiko dan ketentuan pengiriman yang berbeda.

Apa Risiko Jika Produk Tidak Dideklarasikan?

Ini bagian yang perlu diperhatikan seller. Jika seller memberikan informasi Produk Berbahaya yang tidak benar atau tidak akurat, Shopee dapat menyesuaikan status Produk Berbahaya secara otomatis berdasarkan hasil identifikasi sistem.

Dampaknya tidak berhenti pada perubahan status produk. Seller juga berpotensi menghadapi pengembalian pesanan, tidak dapat mengajukan klaim penggantian, hingga mendapatkan poin penalti.

Yang perlu dicatat, poin penalti mulai efektif diberlakukan pada 21 September 2026 untuk Produk Berbahaya yang tidak dideklarasikan sesuai aturan. Jadi, seller sebaiknya tidak menunggu sampai sistem menandai produk atau sampai terjadi masalah pada pengiriman. Produk yang memang memiliki karakteristik Produk Berbahaya perlu dideklarasikan secara mandiri dengan informasi yang sesuai.

Apa yang Perlu Dilakukan Seller Sekarang?

Dengan aturan baru ini, seller sebaiknya mulai melakukan pengecekan ulang terhadap produk yang dijual, terutama produk yang mengandung baterai, cairan, magnet, gas bertekanan, bahan mudah terbakar, atau bahan kimia tertentu.

Pastikan status Produk Berbahaya sudah dideklarasikan dengan benar, layanan pengiriman yang tersedia sudah sesuai, dan kemasan produk memenuhi ketentuan pengiriman. Terlebih lagi, mulai 21 September 2026, kesalahan deklarasi Produk Berbahaya dapat berdampak pada poin penalti.

Jadi, sebelum pesanan berikutnya dikirim, sudah yakin produk kamu bukan Produk Berbahaya?